Sunday, November 4, 2012

Teori dan Konsep Keperawatan Menurut Martha E. Rogers


I. TENTANG MARTHA E. ROGERS

1.1 Latar Belakang Martha E. Rogers

Martha Elizabeth Rogers lahir di Dallas, Texas, tanggal 12 Mei 1914 dan meninggal di Phoenix, tanggal 13 Maret 1994. Beliau adalah anak tertua dari empat bersaudara. Keyakinannya kuat dalam mengikuti kuliah di Universitas Tennessee di Knoxville tahun 1931-1933. Beliau mendapatkan gelar diploma pada tahun 1936, BS dalam perawatan kesehatan masyarakat dari George Peabody College, Nashville, Tennessee, pada tahun 1937. Dan dan mendapatkan gelar MA dalam pengawasan Perawatan Kesehatan Umum dari Teachers College, Columbia University, New York, pada tahun 1945. Pada tahun 1952 beliau mendapatkan MPH nya dan ScD pada tahun 1945, dengan baik dari Johns Hopkins University. Menduduki posisi staf dalam keperawatan kesehatan masyarakat, serta membentuk pelayanan perawat pertama di Arizona, kemudian beliau pindah ke perguruan tinggi sebagai dosen tamu dan kemudian sebagai bergabung dengan asosiasi penelitian selama 21 tahun. Dr Rogers adalah Profesor dan Kepala Divisi Perawat Pendidikan di Universitas New York. Pada tahun 1975 ia menjadi Profesor Emeritus di Universitas New York.
Secara resmi beliau mengundurkan diri sebagai Professor dan Kepala Bagian Keperawatan pada tahun 1975 setelah 21 tahun dalam pelayanan. Pada tahun 1979 beliau pensiun dengan hormat dengan memakai gelar Professornya dan terus aktif mengembangkan dunia keperawatan sampai beliau meninggal pada 13 maret 1994.    
          
II. TEORI DAN KONSEP KEPERAWATAN MENURUT MARTHA E. ROGERS

2.1 Definisi Keperawatan Menurut Martha E. Rogers
Keperawatan adalah ilmu humanistis atau humanitarian yang menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip-prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis. Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan, mempelajari tentang alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia.
Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip – prinsip kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak, pemikiran intelektual, dan hati nurani. Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan, dan teknologi. Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian, intervensi, dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman manusia atau individu seutuhnya.
2.2 Asumsi Dasar
Dasar teori Rogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan sejarah dan mitologi. Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. Ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia, alam dan perkembangan manusia secara langsung.
Berdasarkan pada kerangka konsep yang dikembangkan oleh Rogers (1970) ada lima dasar asumsi tentang manusia, yaitu:
  1. Manusia adalah satu kesatuan, proses integritas individu dan mewujudkan karakteristik yang lebih dan perbedaan dari jumlah bagian-bagiannya. Manusia kelihatan seperti bagian terkecil dan menghilang lenyap dari pandangan. Karena kesatuan ini menghasilkan variabel dan secara konstan mengubah pola ini. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik, antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian. Secara signifikan mempunyai sifat-sifat yang khusus jika semuanya jika dilihat secara bagian perbagian ilmu pengetahuan dari suatu subsistem tidak efektif bila seseorang memperhatikan sifat-sifat dari sistem kehidupan manusia. Manusia akan terlihat saat bagiannya tidak dijumpai.
2.      Individu dan lingkungan terus mengalami perubahan materi dan energi. Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain. Beberapa individu mendefenisikan lingkungan sebagai faktor eksternal pada seorang individu dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari semua hal.
3.      Mempercayai bahwa proses hidup manusia tidak dapat diulang dan tidak dapat diprediksi sepanjang ruang dan waktu. Individu tidak pernah dapat mundur atau jadilah sesuatu ia atau dia sebelumnya. Bahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling bergantung dalam satu kesatuan ruang waktu secara terus menerus. Akibatnya seorang individu tidak akan pernah kembali atau menjadi seperti yang diharapkan semula.
  1. Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif. Mengidentifikasi pola manusia dan mencerminkan keutuhan yg inovatif, pola teladan ini mempertimbangkan pengaturan diri, ritme, dan teori pengaruh energi. Mereka memberi kesatuan keanekaragaman dan mencerminkan suatu alam semesta yang kreatif dan dinamis.
5.      Individu dicirikan oleh kapasitas abstraksi dan citra, bahasa dan berpikir, sensasi dan emosi.Hanya manusia yang mampu untuk berfikir menjadi siapa dan keluasan dari alam semesta ini. Dari seluruh bentuk kehidupan di dunia hanya manusia yang mampu berfikir dan menerima dan mempertimbangkan luasnya dunia.
Berdasarkan pada asumsi-asumsi, terdapat 4 batasan utama yang ditunjukkan oleh Martha E. Roger :
1.      Sumber energi
2.      Keterbukaan
3.      Pola-pola perilaku
4.      Ukuran-ukuran 4 dimensi
Disini terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan pada ini adalah manusia dan lingkungannya. Sebagai sistem hidup dan sumber energi, individu mampu mengambil energi dan informasi dari lingkungan dan menggunakan energi dan informasi untuk lingkungan. Karena pertukaran ini individu adalah sistem terbuka yang mendasari dan membatasi asumsi-asumsi utama Martha E. Roger.
Terdapat persamaan kekuatan antara anggapan dasar Roger dan sistem teori umum lainnya. Menurut von Bertalanffy (1968), sebuah sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang dihubungkan, wujud manusia dan lingkungannya. Seperti sebuah sistem hidup dan energi dasar, individu memiliki kecakapan dalam memanfaatkan energi dan informasi dari lingkungan dan energi bebas dan informasi kepada lingkungan.
Martha E. Roger mengemukakan empat konsep besar tersebut dan menghadirkan lima asumsi tentang manusia. Tiap orang dikatakan sebagai suatu yang individu utuh. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi. Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu. Hal tersebut merupakan pola kehidupan. Pada akhirnya seseorang mampu berbicara, berfikir, merasakan, emosi, membayangkan dan memisahkan. Manusia mempunyai empat dimensi, medan energi negentropik dapat diketahui dari kebiasaan dan ditunjukkan dengan ciri-ciri dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain dan tidak dapat diduga dengan ilmu pengetahuan yaitu lingkungan, keperawatan dan kesehatan.
2.3 Prinsip Homeodinamika
Prinsip homeodinamika terdiri dari 3 pemisahan prinsip, yaitu integral, resonansi dan helicy (Roger (1970,1988, 1992)). Dengan kombinasi prinsip homeodinamika dan konsep manusia dari definisi perawat, sebuah teori menyatakan dapat dijadikan dalil. Sebuah teori yang tepat mungkin menyatakan jika perawat menggunakan prinsip homeodinamika untuk melayani umat manusia.
2.3.1     Integral
Prinsip pertama adalah integral. Badan manusia dan lingkungannya tidak dapat dipisahkan, rangkaian pertukaran proses kehidupan terus terjadi pembaharuan interaksi antara badan manusia dan lingkungannya. Keduanya saling berinteraksi yang konstan dan saling bertukar dimana pembentukan keduanya ditempatkan dalam waktu yang sama. Maka, integral adalah kelanjutan proses interaksi antara manusia dan lingkungan.
2.3.2     Resonansi
Prinsip selanjutnya, resonansi, berbicara pada kejadian pertukaran alam antara manusia dan bidang lingkungan. Pertukaran adalah pola manusia dan bidang lingkungan disebarkan dari gelombang yang berpindah dari gelombang yang lebih tinggi dari frekuensi rendah ke gelombang yang lebih pendek dari frekuensi yang lebih tinggi. Proses kehidupan dalam badan manusia adalah simfoni dari ritme yang bergerak dalam frekuensi tertentu. Pengalaman manusia di lingkungannya seperti segaris kompleks kesatuan gelombang resonansi mereka dengan dunia istirahat.
2.3.3     Helicy
Terakhir, prinsip helicy sependapat dengan alam dan pertukaran langsung pada manusia- lingkungan. Manusia dan lingkungan adalah dinamis, sistem terbuka dalam pertukaran adalah hak berlanjut pada pertukaran yang konstan antara manusia dan bidang lingkungan. Pertukaran ini juga mengalami pembaharuan. Jika, pertukaran tidak dapat diprediksi. Akhirnya, pertukaran langsung menuju peningkatan perbedaan dan kerumitan. Proses ini dan polanya tidak dapat di prediksi, dinamis, dan peningkatan perbedaan.
Helicy meliputi konsep perubahan ritmis, pengaruh evolusioner, dan kesatuan bidang lingkungan hidup manusia. Arah perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan terhadap peningkatkan keragaman dan kompleksitas dan ritme yang tidak tepat diulang. Akibatnya, prinsip dari homeodynamics adalah cara melihat manusia dalam keutuhan mereka. Perubahan dalam proses kehidupan manusia yang tidak dapat kembali, nonrepeatable, berirama, dan menyajikan keragaman pola tumbuh.

Tujuan diagnosa keperawatan memberikan kerangka kerja dalam intervensi keperawatan direncanakan dan dilaksanakan. Intervensi keperawatan akan tergantung pada fokus diagnosa keperawatan. Fokus pada integralitas akan diimplementasikan dengan lingkungan sama dengan pada individu. Diharapkan perubahan pada suatu hal yang akan menyebabkan perubahan di sisi yang lain secara simultan terpisah dari dunia penyakit. Di sana masalah tidak dapat disetujui dengan efektif dalam arti umumnya perubahan diterima, ukuran penyakit. Kreativitas dan imaginasi menjadi sangat penting.
Resonansi menyatakan bahwa diagnosa keperawatan ditujukan untuk mendukung atau memodifikasi variasi proses kehidupan sebagai manusia yang utuh. Karena proses kehidupan manusia merupakan suatu fenomense.
Rencana keperawatan pada bagian helicy membutuhkan penerimaan individu terhadap perubahan yang terjadi strategi untuk meningkatkan dan memodifikasi irama dan tujuan hidup. Untuk itu dibutuhkan informasi dan partisipasi aktif klien pada proses keperawatan. Konsep yang menyebutkan manusia adalah unik dan dapat dikenali karena kemampuannya dalam merasakan, memberi kesempatan perawat untuk membantu memecahkan masalah kesehatannya dan mengatur agar tujuannya dapat mencapai kesehatan.
1.      Teori yang berkaitan dengan konsep menciptakan perbedaan cara pandang pada suatu fenomena. Kerangka kerja Martha E Roger akan memberikan alternatif dalam memandang manusia dan dunia. Teori yang menyatakan keperawatan menggunakan prinsip hemodinamika dalam memberikan pelayanan kebutuhan manusia atau cara memandang keperawatan dari satu sisi. Contoh adalah prinsip helicy yang menekankan pada pola kebiasaan dan ritual.
2.      Teori harus masuk akal, Mengetahui perkembangan yang masuk akal merupakan hal penting perkembangan yang logis menyebabkan mengenai asumsi pada prinsip hemodinamika.
3.      Teori harus sederhana dan dapat disosialisasikan. Teori dapat disosialisasikan sejak tidak tergantung pada beberapa keadaan. Itu dinyatakan oleh Martha E Roger konsepsi manusia sangatlah sederhana. Meskipun memberikan kaitan dalam pemahaman. Ditambahkan teori ini dilandaskan pada penggunaan sistem terbuka yang sangat kompleks.
4.      Teori didasarkan pada hipotesa dan bisa diuji.
5.      Teori memberi dan membantu peningkatan batang keilmuan dalam disiplin ilmu melalui penelitian sehingga teori tersebut sah.
6.      Teori bisa digunakan sebagai pedoman dan peningkatan dalam praktek.
7.      Teori harus konsisten dengan teori lain yang sah, hukum dan prinsip-prinsip tetapi harus menghindari pertanyaan terbuka yang perlu diperiksa.
2.4 Kegunaan Prinsip Rogers Dalam Proses Keperawatan
Jika profesi keperawatan dipandang sebagai kepedulian pada umat manusia, prinsip-prinsip homeodinamik memberikan pedoman untuk memprediksi sifat dan arah perkembangan individu sebagai respon terhadap masalah kesehatan. Diharapkan, praktik keperawatan profesional kemudian akan meningkatkan dinamika integrasi manusia dan lingkungannya, untuk memperkuat hubungandan integritas bidang manusia, dan untuk mengarahkan pola dari bidang manusia dan lingkungan untuk realisasi maksimum kesehatan (Rogers, 1992).
Tujuan ini akan tercemin dalam proses keperawatan. Untuk berhasil menggunakan prinsip-prinsip homeodinamik, diperlukan pertimbangan perawat dan melibatkan perawat dan klien dalam proses keperawatan. Jika sesuatu atau seseorang di luar individu adalah bagian dari lingkungan, maka perawat akan menjadi bagian dari lingkungan klien. Maka tersirat bahwa klien berpartisipasi,serta bersedia maju dalam proses keperawatan. Akibatnya, hasil keperawatan mandiriyang Rogers(1992), mempertahankan diperlukan jika klien berusaha mencapai potensi maksimal dengan cara yang positif. Keperawatan, adalah bekerja dengan klien, bukan kepada atau untuk klien. Keterlibatan ini dalam proses keperawatan oleh perawat menunjukkan kepedulian terhadap semua orang bukan dari satu aspek, satu masalah, atau segmen terbatas pemenuhan kebutuhan.
Dalam tahap keperawatan, semua fakta dan opini tentang klien dan lingkungan dikumpulkan. Karena keterbatasan kita dalam mengukur dan alat pengumpulan data, informasi yang dikumpulkan sesering mungkin dari suatu pemisahan diri atau bagian lainnya. Namun, untuk melaksanakan pedoman, analisis data harus dalam keadaan yang mencerminkan keutuhan, yang mungkin dicapai dengan menanyakan beberapa pertanyaan dan mendapat respon dari data yang ada.
Pertanyaan seri pertama mencerminkan prinsip Integrasi. Seri berikutnya akan mencerminkan prinsip resonansi. Seri terakhir dari pertanyaan akan dipengaruhi oleh prinsip helicy.
Untuk mencerminkan pola gagasan, terkadang akan ditambahkan beberapa pertanyaan untuk prinsip helicy sebagai pertimbangan. Harus diingat bahwa tanggapan klien merupakan cerminan suatu titik tertentu dalam ruang-waktu. Akibatnya, pola yang diidentifikasi ini tidak statis tetapi terus berubah, mencerminkan perubahan waktu dan menambahkan pengalaman masa lalu. Bukan berarti pertanyaan-pertanyaan ini memuat semua, tetapi menggunakan mereka sebagai referensi akan membantu memberikan perawat dengan melihat klien seutuhnya. Ini akan mengidentifikasi perbedaan individu dan pola pertukaran bagian-bagian secara berurutan dalam proses kehidupan. Penilaian keperawatan, adalah penilaian dari seluruh keadaan manusia dan bukan penilaian yang hanya berdasarkan fisik atau status mental. Ini merupakan penilaian potensi sehat dan sehat secara mandiri dan bukan penilaian dari suatu penyakit atau proses penyakit. Hasilnya ialah bahwa kemandirian memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan penyakitnya.
Sebagai hasil dari penilaian keperawatan, ditarik kesimpulan tentang kemandirian. Kesimpulannya adalah diagnosis keperawatan, langkah kedua dalam proses keperawatan, dan itu mencerminkan prinsip-prinsip homeodinamik. Irama, pola, keanekaragaman, interaksi, dan variasi proses kehidupan terlihat dengan jelas. Diagnosis keperawatan bertujuan untuk mengetahui pola pertukaran bagian-bagian tersebut dalam proses kehidupan yang mencakup hubungan manusia-lingkungan (Roger, 1970). Meskipun tidak sempurna, diagnosa keperawatan berdasarkan pola kesehatan fungsional Gordon memiliki potensi yang lebih besar kegunaannya dengan kerangka Roger karena cenderung mencerminkan pandangan yang lebih tentang keutuhan individu. Mengingat bersifat statis dan kehilangan tradisi sepanjang diagnosa, sehingga penggunaannya dalam sistem abstrak dinamis bahkan mungkin tidak tepat (Smith, 1988).
Dengan membuat diagnosis keperawatan, mengarahkan perawat memberikan asuhan keperawatan. Fokus pada perkembanagn yang membutuhkan implementasi dalam lingkungan maupun di dalam individu. Diharapkan bahwa perubahan yang satu ini akan terkait dengan perubahan simultan lainnya. Karena integrasi individu dengan lingkungan, masalah kesehatan tidak dapat dipisahkan dari penyakit sosial di dunia. Oleh karena itu, masalah ini tidak bisa ditangani dengan efektif dengan cara yang umumnya diterima secara umum, transisi, tindakan penyakit berorientasi (Rogers, 1992). Dibutuhkan daya imajinasi dan kreatifitas.
Resonansi mensyaratkan bahwa rencana keperawatan diarahkan untuk mendukung atau memodifikasi variasi proses kehidupan seluruh manusia. karena proses kehidupan manusia merupakan fenomena searah, sehingga tidak bisa mengembalikan individu ke tingkat mantan keberadaan, melainkan, perawat membantu individu bergerak maju ke tingkat yang lebih tinggi lebih beragam eksistensi.
Program keperawatan di bidang helicy membutuhkan penerimaan perbedaan individu sebagai ungkapan munculnya evolusi, untuk mendukung atau memodifikasi irama dan tujuan hidup. Untuk melakukan ini membutuhkan partisipasi dan aktif dari klien dalam asuhan keperawatannya. Kesehatan tidak hanya tercapai dengan mempromosikan homeostasis dan keseimbangan, melainkan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan dinamika dan keragaman dalam individu.
Hubungan Teori Keperawatan Martha E. Rogers dengan Riset Keperawatan
Model konseptual abstrak yang di kemukakan Martha E Rogers secara langsung memiliki hubungan dengan riset dan pengembangan ilmu keperawatan. Model konseptualnya memberikan arah dan stimulus untuk aktifitas keilmuan tersebut. Model keperawatan Rogers menunjukkan betapa uniknya realita profesi keperawatan. Peneliti yang memiliki asumsi dan pemahaman seperti konsep Martha E Rogers akan menemukan mendapatkan pandangan yang jelas tentang seperti apakah sesungguhnya bekerja sebagai perawat. Secara jelas dalam konsepnya Martha E Roger menunjukkan bahwa kebutuhan kritis dalam keperawatan adalah merupakan dasar pengetahuan dalam aktifitas penelitian keperawatan.
Hubungan Teori Keperawatan Martha E. Rogers dengan Pendidikan Keperawatan
Pada tahun 1963, Rogers mencetuskan ide untuk mendirikan kembali program undergraduated dan graduated dalam pendidikan keperawatan. Hal ini adalah di lakukannya sebagai refleksi terhadap evolusi perubahan dalam ilmu keperawatan. Konsistensi terhadap definisi yang ia berikan untuk keperawatan bahwa keperawatan adalah profesi yang di pelajari, unik serta memiliki batang tubuh pengetahuan, maka ia sangat menganjurkan bagi perawat untuk menempuh pendidikan dalam keperawatan.
Hubungan teori keperawatan Martha E. Rogers dengan Praktik Keperawatan
Martha E Rogers mengungkapkan bahwa teori yang diambilnya dari konsepnya sangat mungkin untuk di terapkan dalam praktik keperawatan. Malinski (1986) mencatat ada tujuh trend yang ada dalam praktik keperawatan, yang kesemuanya berdasar pada konsep teori yang di kemukakan Martha E Rogers :
1.      Pemberian kewenangan penuh dalam hubungan perawat klien
2.      Menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar
3.      Penyesuaian terhadap pola
4.      Menggunakan modalitas gelombang seperti lampu musik, pergerakan dalam proses penyembuhan.
5.      Menunjukkan suatu perubahan yang positif
6.      Memperluas fase pengkajian dalam proses keperawatan
7.      Menerima hubungan yang menyeluruh dalam hidup.


2.5 Kelemahan teori Martha E. Rogers tentang Homeodinamik
Walaupun prinsip-prinsip homeodinamik konsisten dengan tujuan universal, ada keterbatasan utama pelaksanaan prinsip-prinsip universal. Banyak orang mengalami kesulitan untuk memahami prinsip-prinsipnya. Meskipun asumsi dasar yang diberikan dan prinsip-prinsip yang ditetapkan, sistem tetap abstrak. Persyaratan belum cukup untuk dioperasionalkan untuk menyediakan pemahaman yang jelas. Kesulitan definisi pengoperasian konsep serta membawa keabstrakan konsep dan hubungan ke tingkat empiris untuk pengujian yang mengganggu banyak ilmuwan perawat (Kim, 1986). Definisi operasional diperlukan untuk pengembangan hipotesis bahwa tes konsep teoritis dan untuk pemilihan instrumen yang memadai akan mengukur konsep-konsep yang terlibat (Hardy, 1974).
Pada tahap dalam perkembangan ilmu keperawatan, instrumen yang cukup akan menilai manusia dalam totalitas mereka tidak ada. Tanpa instrumen tersebut, kemampuan menggunakan atau menguji sistem abstrak sepenuhnya adalah hampir tidak mungkin. Selanjutnya, ketidakmampuan untuk cukup menggunakan atau menguji sistem yang membuat kesuksesan mengimplementasikan kesulitan keperawatan. Dengan demikian, penggunaan prinsip-prinsip homeodynamics di dalamnya adalah totalitas terbatas. 

DEFINISI ILMU KEPERAWATAN MENURUT VIRGINIA HENDERSON


VIRGINIA HENDERSON
Definisi Ilmu Keperawatan
(Definition Of Nursing)
Deborah wertman Demeester, Tamara Lauer, Susan E. Neal

A.   Latar Belakang Kehidupan Dan Prestasi-Prestasi Yang Diraihnya
Virginia Henderson lahir tahun 1897, anak ke lima dari 8 bersaudara dikeluarganya. Ia asli dari Kansas city, Mo. Henderson menghabiskan masa pertumbuhannya di Virginia karena ayahnya membuka praktik hukum di WashingtonD,C.
Selama Perang Dunia I Henderson tertarik dengan ilmu perawatan. Makatahun 1918 ia memasuki Sekolah Perawat Militer di Washington D.C. Hendersonlulus tahun 1921 dan menempati posisi sebagai staf perawat di Henry Street Visiting Nurse Service di New York. Di tahun 1922 Henderson mulai mengajar ilmu perawatan di Norfolk Prostetan Hospital di Virginia. Lima tahun kemudian iamemasuki Teacher’s college di Universitas Colombia di mana ia berturt-turut meraihgelar B.S dan M.A bidang pendidikan perawatan. Di tahun 1929 Henderson menjadisupervisor pengajaran pada klinik Strong Memorial Hospital di Rochester, New York.Ia kembali ke Teacher’s college di tahun 1930 sebagai pengajar, memberikan pelatihan proses analitis perawatan dan praktik klinik hingga tahun 1948.
Henderson menikmati karirnya yang panjang sebagai seorang penulis dan peneliti. Sementara mengajar di Teacher’s college ia menulis ulang edisi ke empat tulisan Bertha Harmer Textbook of the Principles and Practice of Nursing and  practice of Nursing setelah kematian penulisnya. Edisi ini diterbitkan tahun 1939.edisi kelima buku tersebut di terbitkan tahun 1955 dan memuat definisi ilmu perawatan karya Henderson. Hnderson bergabung dengan universitas Yale sejak awaltahun 1950-an dan telah berbuat banyak bagi riset perawatan lebih jauh lewat perkumpulan ini. Mulai tahun 1959 hingga 1971. henderson mengepalai NursingStudies Indeks Project yang di sponsori Yale. Nursing Studies Indeks ke dalam empat jilid di lengkapi dengan indeks biografi perawatan, analisis, dan literatur sejarah sejak tahun 1900 hingga 1959.
Di tahun 1980-an Henderson masih aktif sebagai Research Associate Emeritusdi Yale. Prestasi Henderson dan pengaruhnya dalam profesi keperawatan telahmemberikan lebih dari tuujh gelar doctoral dan Christiane Reimann Award pertamakali untuknya.

B.     Sumber-Sumber Teoritis Untuk Pengembangan Teori
Petama dia merevisi Textbook of the Principles and Practice of Nursing and  practice of Nursing tahun 1939. Henderson mengenalkan karyanya untuk naskah inisebagai sumber yang memuatnya menyadari “perlunya membuat jadi lebih jelastentang fungsi dari perawat. Sumber kedua adalah keterlibatanya sebagai anggotakomisi pada konferensi regional Nasional Nursing Council di tahun 1946. Ketiga, penyelidikan selama lima tahun Ameican Nurses’s Assosiation tentang fungsi perawatmenarik perhatian Henderson yang belum sepenuhnya memuaskan dengan definisiyang di adopsi oleh ANA di tahun 1955.
ANNIE W. GOODRICH adalah seorang Dekan dari Sekolah Perawat Milliter dimana Henderson memperoleh pendidikan dasar keperawatannya dan menjadiinspirasi bagi Henderson.
CAROLINE STACPOLE. Adalah profesor fisiologi pada Teacher’s College.Universitas Columbia ia mengingatkan Henderson tentang pentingnya menjagakeseimbngan fisiologi.
JEAN BROADHURST adalah professor mikrobiologi di Teacher’s College tentang pentingnya kesehatan (hygiene) dan penyucian hama berpengaruh kuat padaHenderson.
DR. EDWARD THORNDIKE bekerja di Teacher College bagian psikologi. Diamemimpin studi penelitian terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia.
DR. GEORGE DEAVER  adalah ahli fisika di Institue for the Crippled and Disableddan kemudia di rumah sakit Bellevue. Henderson mengamati bahwa tujuan dari upayarehabilitatif di institute tersebut adalah membangun kembali kemandirian pasien( patient independence).
BERTHA HARMER  (Perawat Kanada), adalah penulis asli Textbook of the Principles and Practice of Nursing and practice of Nursing  yang di revisi olehHenderson. Definisi Harmer tahun 1922 “ Nursing is rootedin the needs of thehumanity”(perawat berakar dari kebutuhan manusiawi.
IDA ORLANDO Henderson menyebutnya Orlando sebagai salah satu yang berpengaruh dalam konsepnya mengenai hubungan perawat-pasien.

C.   PENGGUNAAN BUKTI-BUKTI EMPIRIS
Henderson menggabungkan prinsip-prinsip fisiologis dan psikologis dalamkonsepnya sendiri tentang nursing. Latar belakangnya dalam bidang ini berasal dari persahabatannya dengan Stackpole dan Thorndike selama studi sarjananya diTeacher’s College.
Stackpole mendasarkan kursus fisiologinya pada diktum Claude Bernard bahwa kesehatan bergantung pada pemeliharaan getah bening (lymph) yang konstandi sekitar sel. Dari teori Bernard, dia juga mendapatkan pengetahuan pengobatan psikosomatik dan implikasinya terhadap perawatan. Dia menyatakan ”sangat jelas bahwa kesetimbangan emosional tidak bisa di pisahkan dengan kesetimbanganfisiologis, saya menyadari jika emosi merupakan interprestasi kita sesungguhnya atasrespon sel-sel terhadap fluktuasi komposisi kimiawi cairan-cairan sel.
Henderson mengenali teori-teori tepat yang didukung Throndike, hanyakarena semua itu melibatkan kebutuhan-kebutuhan mendasar manusia. MeskiHenderson tidak menyebut Maslow sebagai seorang yang mempengaruhinya, diamenjelaskan teori motivasi manusianya (human motivation).Maslow dalam Principles and Practice of Nursing and practice of Nursing Care edisi keenam ditahun 1978.

D.    KONSEP-KONSEP UTAMA DAN DEFINISI-DEFINISI
·         NURSING, Henderson mendefinisikan nursing dari sisi fungsional : tugas unik perawat adalah membantu seseorang. Sakit atau sehat dengan aksi-aksinya dalam memberikan sumbangan bagi kesehatan atau penyembuhan(atau kematian yang damai) yang akan merka kerjakan tanpa bantuanseandainya dia memiliki kekuatan, kehendak atau pengetahuan. Dan melakukan hal ini dengan suatu cara untuk membantunya meraih kemandiriansecepat mungkin
·         HEALTH,Henderson tidak menyatakan definisinya sendiri mengenaitulisannya ia menyamakan kesehatan (health) dengan kebebasan.
·         ENVIRONMENT,lagi-lagi Henderson tidak memberikan definisinya tentangEnvironment. Dia menggunakan Webster’s New Collegiate Dictionary, 1961 yang mendefinisikan environment sebagai “the aggregate of all the externalconditions and influences affecting the life and development of an Organism.(kumpulan semua kondisi external dan pengaruh-pengaruh yang berdampak  pada kehidupan dan perkembangan organisme).
·         PERSON (PATIENT),Henderson melihat pasien sebagai individu yangmembutuhkan bantuan untuk meraih kesehatan dan kebebasan atau kematianyang damai.

E.     KEBUTUHAN-KEBUTUHAN
Henderson mengidentifikasi 14 kebutuhan dasar pasien, yang eterdiri darikomponen-komponen penanganan perawatan. Hal ini termasuk kebutuhan untuk :
1.      Bernapas secara normal
2.      Makan dan minum yang cukup
3.      Membuang kotoran tubuh
4.      Bergerak menjaga posisi yang diinginkan
5.      Tidur dan istirahat
6.      Memilih pakaian yang sesuai
7.      Menjaga suhu badan tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaiandan mengubah lingkungan.
8.      Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat dengan baik dan melindungi integument.
9.      Menghindar dari bahaya dalam lingkungan dan yang bisa melukai
10.  Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan,rasa takut atau pendapat-pendapat.
11.  Beribadah sesuai keyakinan seseorang
12.  Bekerja dengan suatu cara yang mengandung unsur prestasi
13.  Bermain atau terlibat dalam beragam bentuk rekreasi
14.  Belajar, mengetahui, atau memuaskan, rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas-fasilitaskesehatan yang tesedia.

F.     ASUMSI-ASUMSI UTAMA
Kita telah menyadur asumsi-asumsi berikut dari tulisan-tulisan Henderson
-  Nursing

1.    Perawat memiliki tugas untuk membantu in dividu yang sakit ataupun sehat
2.    tugas-tugas perawat sebagai anggota suatu team medis
3.      tugas-tugas perawat tidak tergantung dokter, tetapi mengajukan rencananya, bial dokter sedang mengunjungi.
4.    perawat banyak mengetahui baik dalam biologi maupun sosial
5.    perawat dapat menilai kebutuhan-kebutuhan dasar manusia.
6.      14 komponen penanganan perawatan meliputi semua kemungkinan tugas-tugas perawatan.
 - Person
1.    pasien harus memelihara kesetimbangan fisiologis dan emosional
2.    pikiran dan tubuh pasien tidak terpisahkan
3.    pasien tperlu bantuan untuk meraih kemandirian (independence)
4.    pasien dan keluarga satu satuan
5.    kebutuhan-kebutuhan pasien meliputi 14 komponen penanganan keperawatan
- Health
1.    sehat adalah kualitas hidup
2.    sehat merupakan dasar bagi tugas kemanusiaan
3.    sehat memerlukan kemandirian dan saling ketergantungan
4.    memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit
5.    individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan apabila merekamemiliki kekuatan, kehendak atau pengetahuan yang cukup
- Environment
1.      individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, tetapi penyakitdapat mengganggu kemampuan tersebut.
2.      para perawat sebaiknya memperoleh pendidikan penyalamatan.
3.      para perawat sebaiknya melindungi pasien dari luka-luka secara mekanis
4.      para perawat harus meminimalisir peluang terluka melalui saran-saran tentangkonstruksi bangunan, belanja peralatan, dan pemeliharaan.
5.      para dokter memanfaatkan observasi perawat dan memuaskan resep-resepnya bagi perlengkapan perlindungan.
6.      para perawat harus tahu kebiasaan sosial dan praktik ritual keagamaan untuk memperkirakan bahaya-bahaya.

G.    PENEGASAN-PENEGASAN TEORITIS
-          Hubungan Perawat Pasien
Tiga tingkatan hubungan perawat pasien dapat di kenali :
1.      perawat sebagaisubstitute(pengganti) bagi pasien.
2.      perawat sebagaihelper (penolong)
3.      perawat sebagai partner (rekan) dengan pasien. Pada saat-saat penyakitnyagawat, perawat kelihatan seperti “pengganti apa-apa yang pasien kekuranganuntuk membuatnya menjadi lengkap, utuh, atau bebas karena berkurangnyakekuatan fisik, kemauan atau pengatahuan.
Selama kondisi pemulihan (convalescence), perawat membantu pasien meraihatau mendapatkan kembali kemandiriannya. Henderson menyatakan “kemandirianadalah yang relatif. Tidak ada satupun dari kata tidak bergantung dengan yang lain,tetapi kita berusaha keras bagi saling bergantung meraih kesehatan, bukan bergantungdalam sakit.
Perawat harus bisa mencermati tidak hanya kebutuhan-kebutuhan pasien, tetapi juga kondisi-kondisi tersebut dan kondisi patologis yang merubahnya.
Perawat dapat mengubah lingkungan dimana dia anggap perlu. Henderson percaya di setiap situasi para perawat yang mengetahui reaksi-reaksi fisiologis dan psikologis terhadap suhu dadan, cahaya dan warna.
Perawat dan pasien selalu berusaha mencapai satu tujuan, apakah berupakesembuhan atau kematian yang damai. Salah satu tujuan perawat harus menjagahari-hari pasien senormal mungkin. Menjadikan sehat adalah tujuan penting alinnyaoleh si perawat. 
-          Hubungan Perawat Dokter
Henderson menuntut tugas unik yang di miliki perawat dari para dokter. Rencana perawatan, yang di rumuskan oleh perawt dan pasien bersama-sama, harus di jalankandengan suatu cara untuk mengusulkan rencana pengobatan yang di tentukan dokter.
Perawat sebagai anggota tim medis. Pekerjaan-pekerjaan perawat saling bergantungan dengan pekerja-pekerja kesehatan lainnya. Perawat dan anggota timlainnya saling membantu menjalankan program perawatan penuh, tetapi merekasebaiknya tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan milik orang lain. Hendersonmengingatkan kita ”tidak seorang pun di dalam tim memberi beban kepada anggotalainnya, dimana siapapun mereka tidak sanggup untuk melakukan tugas khususnyatersebut.

H.    BENTUK LOGIKA
Henderson nampaknya menggunakan bentuk penalaran logika deduktif untuk membangun definisi ilmu perawatannya. Dia mena rik kesimpulan definisi ilmu perawatannya dan 14 kebutuhan-kebutuhan dari prinsip-prinsip fisiologis dan psikologis. Seseorang harus mempelajari asumsi-asumsi dari definisi karyaHenderson untuk menilai kecukupan logika tersebut.

I.       PENERIMAAN OLEH KOMUNITAS KEPERAWATAN
Definisi ilmu perawatan Henderson karena berkaitan dengan praktik perawatanmenunjukan bahwa perawat yang melihat tugas utama mereka sebagai pemberilangsung perawatan kepada pasien akan menemukan manfaat segera pada kemajuan pasien dari kondisi bergantung menjadi mandiri. Henderson meyakini proses perawatan merupakan proses problem-sloving dan tidak hanya khusus masalah perawatan.

Sumber :